Salahsatu cara ikat kasih suami @isteri dgn amalkan Ya latief 313 kali niatkan supaya isteri @suami tidak curang dlll.. Kalau susah susah ws saya jee saya bantu rawat Master syed 0126780076 Jun 11, 2022 Tiada ulasan:
THEULTIMATE AURA SUPER POWER OF ZIMA ANUGERAH AGUNG Rahsia Terapi Aura Terdahsyat Anugerah Agung Abad 21(Pertama Seumpamanya di Malaysia)Rawatan Aura Saintifik,Ilmiah,Moden,Natural,Rasional & Ilahiyah.Solusi Terbaik Kecantikan,Pengasihan,Karisma, Kelancaran Bisnes,Peningkatan Karier,Kesuksesan&Kekayaan Agung.Dilengkapi Terapi Aura Terlengkap dalam 1 pakej menarik(14 produk Aura)Rawatan cukup
Octo October 8, 2020 [email protected] cara agar istri patuh kepada suami, cara agar istri tidak keluyuran, doa agar istri betah di rumah, doa agar istri patuh pada suami jarak jauh, rajah agar istri tunduk pada suami. Cara Agar Istri Tidak Keluyuran dan Betah Dirumah, Nomer 2 Jarang Dilakukan Suami - Memiliki istri yang suka keluar rumah atau keluyuran tentu menjadi kehawatiran
Pedangpenggal asmoro ini juga bisa untuk memutuskan pacar, istri/suami supaya minta cerai dengan sendirinya. Mustika Pring Pethuk / Pengeretan Temu Ros ( wanita malam ) tunduk, royal dan akan memperebutkan cinta anda. Sesuai dengan namanya "Mustika Pring Pethuk" ini juga mampu menemukan anda dengan pelanggan yang seperti anda idamkan sejak
Ritualkhusus untuk menarik sekaligus menyatukan kembali suami/istri/kekasih yang lama atau baru berpisah (walaupun tidak keberadaannya). Insya Allah semua bisa dibuat cinta kangen rindu dan setianya menjadi tunduk dan patuh pada anda (paten dan permanen). bisa untuk orang minggat. Mahar Rp. 800.000,-Khusus Rp.1.800.000,-PELENGKET CINTA SERBA GUNA
MinyakRajah AL Karomah 1001 khasiat - Sallam dan terima kasih sudah berkunjung ke blog kami 30 mantra ilmu pelet paling ampuh, pada artikel kali ini berjudul Minyak Rajah AL Karomah 1001 khasiat, saya berusaha untuk membuat ulasan secara lengkap untuk menambah informasi dan pengetahuan.Semoga apa yang kami posting kali ini di Artikel 30 ILMU PELET MAHABAH PENGASIHAN KIRIM MIMPI BASAH, Artikel
Padaawal perkahwinan, tunduk pada suami, akan berubah apabila sudah lama berkeluarga. Seksualnya tinggi, jika tak pandai mengawal nafsu boleh terdorong ke lembah hina. Begitu juga dengan sifat fizikal, Wanita yang bibirnya selalu terbuka amatlah kuat nafsu syahwatnya, suka bertukar pasangan , tapi berdisiplin dalam kerja, selalu dapat kejayaan
BaruRp 1.282.500 DIMAHARKAN "MUSTIKA PENGIKAT SUAMI" kami munculkan koleksi batu mustika bertuah khusus untuk wanita atau perempuan.mustika ini sangat cocok untuk para istri atau ibu ibu yang memiliki suami atau pasangan yang suka berselingkuh atau suka keluar di dunia malam. bagaimana cara membuat agar suami lepas dari selingkuhan.. bagaimana cara agar pasangan tidak berselingkuh.. bagaimana
AmalanMantra Pelet Agar Suami Tunduk Pada Istri SIRA ANA INGISOR, AKU ING NDHUWUR. AKU NDUWENI PENGUASA SARTA PRABAWA. SAKABEHE OMONGANKU SARTA PANYEGAHKU. MENAWA IKU ISIH SAJRONING DADALANING KAUTAMA. SIRA KUDU NGGATEKAKE SARTA MITURUT. MANAWA ORA GELEM BAKAL TAK PIDAK. Artinya : Engkau di bawah, aku di atas, aku punya kekuasaan dan kewibawaan.
Untukmemecahkan hubungan orang agar berpisah seperti orang sedang pacaran atau hubungan suami istri supaya bercerai. Bisa untuk, bila anda sudah bosan pada seseorang, baik Pacar, Suami/ Istri agar dan pergi mereka meninggalkan anda dengan sendirinya, dan Mereka akan melupakan anda selamanya.
MINYAKPELET AURA MELATI MAHAR 200 : DAPAT BONUS PIL RAJAH GARAM MAHAR 150 DAPAT BONUS PIL DAN RAJAH SAJA KOMPOSISI: di sisipkan bantuan khodam dari pajajaran Sudah di puasakan Selama 40 hari meteng Sudah diwirid kan selama puasa Sudah di isikan Asmak asmak sbg: Asmak malaikt muqorrobi Asmak hijib alhikmah Asmk nabi sulaiman Asmak wali allah
Haribagus untuk menikah bagus untuk perjalanan darat dan laut hari yang bagus untuk menjual alat kendaraan/ hewan ternak, orang yang kabur atau hilang akan ketemu, yang sakit akan sembuh, yang lahir pada tanggal ini akan bagus mendidiknya bagus untuk menikah, yang di impikan akan nyata satu atau dua hari, hari di lahirkan anak Nabi Nuh 'Alaihissalam, hari bagus untuk mengail ikan, untuk
RajahKetentraman Suami Isteri; Tolak Tenung Dan Sihir; Tanpa Pandang Bulu, Puter Giling, Kembalikan Pasangan, Daya Tarik, Pemikat Hati, Pembuka Aura diri, Memikat Pasangan Agar Tunduk, Keharmonisan Pacaran dan Rumah Tangga, Meluluhkan Relasi/Pimpinan/Bos, Meningkatkan Kepercayaan, Pagar dari Guna-guna serta tingkatkan Karir dan Bisnis anda
DoaSupaya Istri Nurut Dan Tunduk Pada Suami Jika Anda memiliki masalah asmara, cinta, jodoh dan rumah tangga. Jangan khawatir dan Jangan putus asa Setiap m
5membuat pasangan anda tunduk takluk dan patuh 6.memisahkan hubungan perselingkuhan pasangan anda 7.membuat harmonis hubungan anda dan pasangan anda 8.memulangkan pasangan yang telah meninggalkan anda biar tidak ada nafsu pada orang lain. 10.memperbaiki hubungan pacar dan suami/istri 11.mengendalikan pasangan dari jarak jauh
4QZsq. Saling menghormati dalam hubungan pernikahan sangat diperlukan. Tujuannya agar suami dan istri bisa saling menghargai satu sama lain serta tidak berbuat semena-mena. Memang benar bahwa seorang istri memiliki kewajiban menghormati suaminya, akan tetapi hal sebaliknya pun juga perlu dilakukan. Apabila suami bisa mematuhi istrinya, tentu saja rasanya sangat damai. Menghormati istri tidak ada salahnya, sebab setiap orang pun pasti ingin dihormati dan dihargai keberadaannya. Dengan begitu, konflik dalam rumah tangga juga lebih bisa lebih diminimalisir. Meminta suami supaya lebih patuh pada Anda, bukan berarti bisa bersikap seenaknya. Mematuhi seorang istri ini bisa dengan membantu meringankan pekerjaan rumah tangga, mendidik anak, serta mematuhi larangan supaya suami tidak terjerumus ke arah negatif tanpa meninggalkan kewajiban sebagai seorang istri. Peran sebagai istri sekaligus menjadi ibu yang baik untuk anak bukanlah perkara mudah. Bahkan tidak selalu semuanya bisa dikerjakan seorang diri. Maka dari itu, tak jarang seorang istri sangat membutuhkan bantuan dari suaminya untuk membantu meringankan tugas dan pekerjaannya. Sebelum meminta agar suami tunduk dan patuh pada istri, sebaiknya Anda pun sebagai wanita yang sudah menikah perlu melakukan introspeksi diri apakah sudah menghormati dan menghargainya sebagai kepala rumah tangga ataukah belum. Maka jika Anda sudah melakukannya, gunakan cara ini agar suami tunduk dan patuh pada istri 1. Layani Suami dengan Baik dan Maksimal tanpa Pamrih Melayani suami dengan baik dan maksimal sudah merupakan kewajiban dari seorang istri. Sebaiknya, sikap ini pun dilakukan tanpa pamrih atau tidak mengharapkan imbalan apapun darinya. Sebab, bagaimanapun juga seorang kepala rumah tangga berhak untuk dihormati dan dihargai. Ketika dirinya tidak sejalan dengan Anda, mungkin memang membuat kesal dan menjadi malas untuk mematuhi Anda sebagai pasangannya. Kemungkinan buruknya jika seorang istri tidak bisa menghormatinya, bisa jadi sang suami malah hilang rasa cinta pada istrinya atau lebih memilih sibuk dengan dunianya sendiri. Melayani suami dengan baik membawa banyak kebaikan dalam rumah tangga. Ketika seorang istri melayani suaminya secara maksimal tanpa mengharapkan imbalan apapun, lambat laun pasti ia pun akan tunduk dan patuh kepada istrinya. Ketika istrinya selalu memperlakukan suaminya dengan baik, ia pun juga berusaha untuk memperlakukan Anda dengan baik. Sebab jika dirinya merasa diperlakukan dengan baik, pasti juga akan melakukan hal yang sama terhadap Anda. Melaksanakan kewajiban sebagai seorang istri untuk melayani suaminya membutuhkan kesabaran. Terlebih jika ia memiliki sifat yang berkebalikan dengan Anda. Maka cobalah untuk melayaninya secara tulus dan masuk ke dalam dunianya, supaya keberadaan Anda sebagai istri juga lebih dihargai. 2. Tidak Terlalu Mendominasi dalam Hubungan Sebenarnya, pria takut pada wanita yang terlalu mendominasi dalam sebuah hubungan. Takut bukan berarti selalu menuruti perintah, akan tetapi lebih ke arah ingin melarikan diri daripada berurusan lebih lama dengan wanita tersebut. Cara agar suami tunduk dan patuh pada istri dapat Anda lakukan dengan mengurangi sifat mendominasi dalam hubungan pernikahan. Bagaimanapun juga, seorang suami juga ingin dimengerti dan didengarkan pendapatnya. Jika Anda terlalu mendominasi dalam hubungan, tentu saja perlahan ia menjadi takut dan memilih menghabiskan waktu dengan teman-temannya ataupun melakukan hal lain supaya meminimalisir intensitas bertemu dengan istrinya. Mengurangi sikap terlalu mendominasi dalam sebuah hubungan perlahan akan membuat hatinya luluh. Kemudian ketika a menyadari bahwa Anda sudah berubah menjadi lebih baik dan banyak mengerti dirinya, suami pasti akan mulai tunduk dan patuh kepada istri. Sikap wanita yang terlalu mendominasi prianya memang bukanlah hal baik. Ketika Anda sudah bersikap lebih baik, jika suatu saat Anda bersikap mendominasi lagi mungkin suami tidak menyadarinya. Akan tetapi, tetaplah menjaga sikap dan jangan terlalu terlihat bahwa Anda terlalu mengambil kendali dalam hubungan. Sebab jika melakukannya, sama saja membuat suami menjadi tidak percaya lagi kepada istrinya. 3. Hargai dan Hormati Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang kepala rumah tangga pasti ingin dihargai dan dihormati oleh istrinya maupun anak-anaknya. Sebab, dirinya berperan sebagai ayah sekaligus suami untuk keluarga kecilnya yang berjuang untuk mencari nafkah serta mendidik si buah hati dengan baik. Kewajiban seorang istri adalah menghargai dan juga menghormati suaminya. Seorang pria yang sudah menikah berperan menjadi kepala keluarga, sehingga harus bisa membimbing sekaligus mengemban tanggung jawab dengan baik. Maka dari itu karena peran suami yang juga sama-sama memiliki tanggung jawab untuk dilaksanakan, sudah seharusnya seorang istri berusaha untuk selalu memperlakukan pasangannya dengan baik. Menghormati seorang suami membuat ia merasa keberadaan dan ucapannya dihargai. Jadi, meskipun ia melakukan hal yang salah atau tidak sesuai kemauan Anda, lebih baik sampaikan secara sopan tanpa merendahkan maupun meremehkannya. Jika terus membantahnya, menyuruhnya, dan tidak pernah memberikan solusi ketika ada masalah atau sesuatu, tentu membuatnya juga enggan untuk tunduk dan patuh kepada istrinya. Seorang pria yang sudah menikah memiliki tanggung jawab besar terhadap keluarganya. Maka dari itu, cobalah untuk menghargai setiap keputusan yang dibuatnya dan jangan mudah menyalahkannya tanpa melihat situasi terlebih dahulu. Dengan begitu, perlahan ia pun mulai bisa tunduk dan patuh kepada istrinya tanpa perlu diminta. 4. Tunjukkan Rasa Cinta secara Sungguh-sungguh Apabila ingin membuat suami tunduk dan patuh kepada istrinya, wajib tunjukkan sikap mencintainya secara sungguh-sungguh tanpa pamrih atau meminta imbalan apapun darinya. Perasaan cinta yang tulus perlahan bisa membuat hatinya luluh dan hanya melihat pada Anda. Mungkin pada awalnya sangat susah untuk membuatnya tunduk dan patuh, sehingga tentu saja cara ini membutuhkan waktu dan kesabaran dalam melakukannya. Jika Anda menyerah pada pertengahan jalan, sang suami bisa saja curiga bahwa sebenarnya Anda tidak benar-benar tulus mencintainya. Akibatnya, ia pun semakin enggan untuk menurut dengan apa yang Anda instruksikan padanya. Maka dari itu, untuk memulainya Anda perlu meluangkan waktu untuk suami supaya bisa menunjukkan bahwa dirinya adalah segalanya bagi Anda. Melayani dan memperlakukannya dengan baik perlahan akan meluluhkan hatinya meskipun ia terlihat dingin dan tidak peduli. 5. Berikan Suami Apresiasi atas Kerja Kerasnya Seorang pria yang sudah menikah secara otomatis berperan sebagai seorang suami sekaligus kepala rumah tangga untuk menjaga dan memimpin sebuah keluarga. Tanggung jawabnya pun tidak main-main, seperti memberikan nafkah dan mendidik anak-anak di mana ia pun pasti sudah bekerja keras melakukannya. Menjadi seorang kepala keluarga bukanlah peran yang mudah, tidak semua pria kuat dalam melaluinya. Bahkan ia pun rela bekerja siang dan malam, demi mencukupi kebutuhan istri dan anaknya karena sangat sayang kepada keluarganya serta tidak ingin membuat mereka kekurangan. Sebagai upaya menghargai kerja kerasnya karena telah berjuang demi keluarga, seorang istri yang baik sudah sepatutnya memberikan apresiasi kepada sang suami. Tujuannya supaya dirinya merasa dihargai sebagai seorang kepala keluarga, dan merasa bahwa perjuangannya harus tetap berlanjut demi kebahagiaan istri dan anaknya. Dengan melakukan hal tersebut, suami pasti akan merasa nyaman karena istrinya selalu mendukungnya dalam segala hal, serta selalu menghargai kerja kerasnya. Maka, perlahan ia pun mulai luluh dan berusaha menghormati serta menurut pada istrinya. 6. Mendoakan Suami demi Kebaikan Sebagai seorang istri yang baik, mendoakan suami dalam hal kebaikan sudah seharusnya dilakukan sebagai upaya berbakti. Mendoakannya dengan harapan baik, misalnya kelancaran rezeki, kebaikan dalam rumah tangga, maupun hal baik lainnya Tuhan akan mengabulkannya. Mendoakan suami supaya bisa bersikap lebih baik dan bisa menghargai Anda sebagai istrinya juga bisa dilakukan. Akan tetapi tetap harus diimbangi dengan Anda juga memperlakukannya dengan baik. Begitulah cara agar suami tunduk dan patuh pada istri. Anda dapat menerapkan cara tersebut tetapi juga diimbangi dengan perasaan tulus dan niat yang baik untuk meluluhkan hatinya.
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. KBBI mendefinisikan tunduk sebagai sebuah sikap patuh, menurut tentang perintah, aturan, dan sebagainya, dan takluk. Istri bukan bawahan mengapa harus tunduk kepada suami? Apalagi sekarang di mana-mana kesetaraan gender sudah demikian digaungkan dan pemimpin pun ditentukan bukan atas jenis kelamin lagi namun berdasarkan kemampuan, keterampilan, dan kecerdasan. Mengapa di rumah tangga justru sudah ditentukan kalau istri harus tunduk kepada suami? Bukankah hal ini seolah merendahkan kemampuan wanita? Sebab tidak dapat dipungkiri kalau banyak perempuan yang lebih pintar memimpin daripada yang saya lihat dalam keluarga sering kali relasi yang harmonis datang dari sikap istri yang rela menundukkan diri dan menghormati setiap keputusan yang diambil oleh suaminya. Sebaliknya sering keluarga penuh cekcok karena istri yang suka mendominasi suami. Mengapa bisa demikian? Istri dituntut tunduk kepada suaminya dalam segala hal termasuk keputusan yang kurang disukai istri, yang dianggap istri sebagai keputusan yang kurang bijaksana, atau kurang mengenakkan. Asalkan keputusan itu tidak melanggar hukum agama dan norma seharusnya istri wajib menuruti tunduk dalam hal ini tidak kita artikan sebagai tinggal terima keputusan suami saja namun ada proses memberi masukan agar suami bisa mengambil keputusan terbaik. Namun setelah musyawarah dan suami sudah mengambil keputusan maka wajib bagi istri untuk menaati apa pun keputusan itu. Ketaatan ini akan menghasilkan relasi yang rukun antara suami istri. Ini beberapa alasannya 1. Kebutuhan pertama dan utama pria adalah penghormatan dari sang istri. Hubungan dengan istri banyak yang tetap harmonis apabila kegiatan seksual kurang lancar misalkan karena harus tinggal berjauhan bukan karena konflik. Namun bila suami tidak mendapat sikap tunduk dari istri maka rumah tangga akan cepat sekali hancur. Sering kali konflik tajam terjadi antara suami dan istri bermula dari kurangnya respek istri kepada suami. Mungkin karena istri merasa lebih cerdas, lebih bijaksana, atau lebih mapan. Berbeda dengan kebutuhan utama suami, istri memiliki kebutuhan utama untuk disayangi dengan tanpa syarat. Tidak ada kebahagiaan yang lebih besar daripada menerima kasih sayang seperti istri yang menginginkan cinta tanpa syarat dari suaminya. Pun suami juga mengharapkan unconditional respect dari istrinya. Satu pemikiran istri yang keliru adalah ketika istri berpikir kalau kebutuhan utama suami adalah disayang, dipeluk, atau diucapkan kata cinta. Padahal suami ingin bukti cinta istri bukan dengan cara demikian namun dengan penundukan diri. Suami akan merasa sangat dicintai bila saja istrinya tunduk berarti suami tidak butuh perhatian istri namun hal utama yang dicari suami adalah rasa hormat tanpa syarat dari sang istri. Tidak peduli sebesar apa pun perhatian istri kepada suami namun tanpa memberikan respek yang setinggi-tingginya kepada suami maka sia-sialah semua perhatian istri Alasan kedua mengapa istri harus tunduk kepada suami karena dalam rumah tangga tidak bisa memiliki dua pemimpin. Ibarat sebuah kapal tidak mungkin memiliki dua orang nahkoda. Seharusnya suami sebagai nahkoda utama dan istri sebagai pendamping sang kapten. Kapten yang bijaksana akan memberikan banyak waktu berdiskusi dengan pendamping namun bila tidak demikian tetap wajib bagi istri menghormati keputusannya asalkan tidak melanggar aturan agama dan norma. Semoga kita istri bisa menerima keberadaan kepala keluarga layaknya keberadaan kepala pemerintahan, pimpinan perusahaan, atau ketua panitia. 3. Istri wajib menghormati suami sebab perempuan pada awalnya diciptakan dari tulang rusuk untuk dilindungi. Bukan dari tulang kepala untuk menguasai pria atau tulang kaki untuk diinjak-injak Istri wajib menghormati suami sekalipun suaminya berkelakuan buruk bahkan brengsek. Bila suami melihat istri yang selalu menghormatinya maka suami akan lebih mudah tersentuh dan berubah menjadi lebih baik sebab dia merasa dicintai. Seperti yang penulis singgung di atas, suami mendefinisikan sikap tunduk istri sebagai bukti cinta yang tulus kepada suami. Suami mana pun akan berusaha menjadi pasangan yang lebih baik bila menyadari istrinya sungguh-sungguh mencintainya tanpa syarat. Ketundukan istri bagaikan kekuatan yang mengubahkan istri yang mengatakan, “Jika suami perhatian, pasti saya mudah menghormatinya. Namun bagaimana mungkin saya bisa menghormati suami yang tidak mengasihi dan kasar kepada saya?” Bila istri ingin mendapatkan cinta suami maka kita istri harus terlebih dahulu menunjukkan dan membuktikan cinta yang tulus pada suami dengan cara patuh kepada kepemimpinannya. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
Sponsors Link Di dalam rumah tangga, suami merupakan orang yang memiliki kedudukan paling tinggi. Artinya, suami merupakan seseorang yang akan mengarahkan pernikahannya tersebut apakah mau dibawa ke jalan yang diridhai oleh Tuhan atau tidak. Maka dari itu, tugas dan tanggung jawab suami memang sangat besar di sini. Sebagai istri sudah merupakan kewajibannya patuh terhadap apa yang diperintahkann oleh suami sekali hal tersebut tidak bertentangan dengan bagaimana jika ternyata istri malah membangkang dan tidak menurun terhadap perintah suami? Padahal apa yang diperintahkan suami malah sesuai dengan ajaran agama? Hal inilah yang menjadi sebab hubungan rumah tangga selalu dipenuhi perselisihan dan malah berpotensi mengakibatkan hubungannya retak dan berakhir dengan perceraian. Maka dari itu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat istri tunduk dan patuh terhadap perintah Hargai istriCara menundukkan istri agar nurut yang pertama bisa dimulai dari hal yang sederhana. Mungkin alasan kenapa istri Anda tidak mau menurut adalah karena Anda sendiri. Maksudnya, Anda sebagai kepala atau pemimpin keluarga memang merasa harus dihormati dan terkadang sikap inilah yang malah menyebabkan istri kurang dihargai. Mungkin di awal istri Anda masih sabar dan tidak mempermasalahkannya, namun ketika sifat seperti in terus dibawa dan pada akhirnya membuat istri mulai sebab itu, Anda harus menghargainya. Caranya bagaimana? Sala satunya adalah mintalah saran kepada istri Anda mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan keluarga maupun dengan pekerjaan Anda. Jika istri sudah mulai merasa dihargai, maka istri Anda tersebut tidak akan lagi membangkang dan mulai menuruti lagi apa ayng Anda Terbuka padanyaCara kedua yang juga bisa menjadi solusi untuk membuat istr Anda tunduk adalah Anda harus terbuka padanya. Sebagai suami, janganlah bersikap egois dan malah tidak menghargai istri Anda. Jika ada apa-apa, sebaiknya Anda terbuka dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Meskipun mungkin istri Anda tidak ada kaitannya, namun jika Anda terbuka padanya mungkin istri Anda bisa memberi solusi. Sekalipun tidak, tetap istri yang merasa bahwa suaminya terbuka padanya akan bahagia dan tidak akan membangkang kepada Putarkan ceramah tentang rumah tanggaCara ketiga yang bisa Anda lakukan agar istri Anda penurut adalah dengan memutarkan pengajian atau ceramah yang isinya agar istri patuh kepada suami. Anda tidak perlu langsung menunjukkan kepada istri agar kesannya Anda tidak sok kepadanya. Namun Anda masih bisa melakukan dengan cara yang lebih halus seperti mengirimkan video ceramah tersebut dan diberi caption bahwa Anda juga akan menjadi pribadi yang lebih baik serta minta maaflah jika Anda pernah berbuat Anda harus melakukan dengan cara yang halus dan romantis tanpa memberi kesan bahwa Anda menyindir atau malah membuat istri Anda malu. Dengan begitu, dijamin istri Anda akan menjadi wanita yang penurut dan hubungan Anda akan penuh dengan informasi mengenai bagaimana cara membuat istri tunduk dan patuh pada suami. Semoga bermanfaat. patuh, suami istri, tunduk ← Previous Next →
In a Nutshell Scholars introduced two methods for making a Raj'ah retraction after divorce by uttering special words indicating the continuity of marriage as well as by doing some sexual-related acts with the wife. Whilst scholars agree that Raj'ah takes effect by uttering these special words, they disagree on the validity of Raj'ah by having sexual intercourse or acts lead to it. Whereas Hanafis, Malikis, view sexual intercourse and its preliminaries make Raj'ah valid, Hanbalis argue that only sexual intercourse makes Raj'ah takes effect. However, Shafi'is view that Raj'ah takes effect only by uttering a related divide divorce in respect of retraction into two typesTalaq Raj'ai A divorce after which a man reserves to himself the right of returning his wife without her permission and consent and without making a new contract or paying a new dowry. Allah saysوَبُعُولَتُهُنَّ أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ فِي ذَٰلِكَ إِنْ أَرَادُوا إِصْلَاحًا ۚ - 2228And their husbands have more right to take them back in this [period] if they want reconciliation. Qur'an 2228And Talaq Ba'in irrevocable divorce A divorce after which the husband may only live again with his divorcee after he had contracted a new marriage with her, according to the conditions prescribed by the shari'ah. Bada'i al-Sana'i, Vol. 3, p. 181; Al-Sharh al-Kabir, p. 369; Mughni al-Muhtaj, Vol. 3, p. 335 Definition of Raj'ah Linguistically Raj'ah is an infinitive noun meaning to return or to come back. Al-Mu'jam Al-Wassit, "Raj'ah"Technically Raj'ah means taking back a woman to the wedlock after the occurrence of a revocable divorce and during her waiting period in a special manner. Khatib Shirbini, Mughni al-Muhtaj, Vol. 3, p. 335. Review of the Classical Scholarly ViewsBased on the scholarly discussion of Raj'ah, there are two ways to make Raj'ahRaj'ah by Words Scholars agree that Raj'ah is valid by the words indicating the meanings of returning one's wife after the occurrence of divorce such as when the divorcer says to the divorcee during the waiting period "I returned you back", or "I return you back to my marriage bond".Scholars categorised the words that make Raj'ah valid into two typesExplicit words such as when the husband says "I returned you back", or "I took you back to my wedlock". These words make Raj'ah valid, even without having the intention of Raj' metonymical expressions These expressions may implicate the meaning of Raj'ah and might have different meanings, such as when the husband says "you are to me like your former state" or he says, "you are my wife" while having the intention of Raj' metonymical expressions may implicate the meaning of Raj'ah and may denote otherwise. Thus, jurists said it is stipulated that the divorcer had the intention of Raj'ah and should be asked about it. al-Binayah ala al-Hidayah Vol. 4, p. 593; Bada'i al-Sana'I, Vol 3, pp. 181-182, Khurashi, Vol. 4, p. 80; Mughni al-Muhtaj Vol. 3, p. 337; Kashaf al-Kina Vol. 5, p. 342Raj'ah by ActionClassical jurists, however, differed on the validity of Raj'ah by action. But those who viewed the validity of Raj'ah by action disagreed on validity of some of these acts in making Raj'ah. Following are the position of the four madhabs on this issueHanafi MadhabHanafis view that sexual intercourse or its preliminaries make Raj'ah valid, Burhan al-Din al-Marghinani stated أَوْ يَطَؤُهَا، أَوْ يَلْمَسُهَا بِشَهْوَةٍ، أَوْ يَنْظُرُ إِلَى فَرْجِهَا بِشَهْوَةٍ، وَهَذَا عِنْدَنَا" –العيني في الهداية مع حاشية البناية 6/593According to our madhab, this also includes having sexual intercourse with her, or lustily touch her body or sexually looking to her genitals. Al-Iny, Al-Hidayah with Hashiyat al-Binayah, Vol. 4, p. 593.They also stipulate that these acts should be accompanied by sexual desire in order for Raj'ah to be valid. Ibid, Vol. 4, p. 594.This is also the opinion of some Tabi'een such as Sa'id ibn al-Musa'ib, Hasan al-Basri, Muhammad ibn Sirin, Tawus, Ata ibn Abi Rabah , Awza'I, Thawri, ibn Abi Layla, Shu'abi and Sulayman al-Tamimi. Hanfis, however, restricted the viewing of the parts of the body which make Raj'ah valid to woman's genitals. Ibid, Vol. 4, p. 593.They stated Raj'ah meaning is to keep the marriage tie and these acts suggest this. Muwsili, Al-Ikhtiar, Vol, 3, p. 147They also noted that acts like having sexual intercourse or lusty touching her or looking to her genitals are specially restricted to marriage unlike other acts such as touching or looking to her without having the sexual desire, or looking to the other parts of her body because these acts may be done by someone else such as physicians. Babarty, Al-Inayah Sharh al-Hidayah, Vol. 4, p. 161Maliki MadhabMalikis view that sexual intercourse and its preliminaries make Raj'ah valid but they stipulated that these acts should be accompanied by an intention of Raj'ah. But if the husband touches her sexually or looks to her body or genital parts lustily, or has sexual intercourse with her without having the intention of making Raj'ah, this Raj'ah is not validأَنَّ الرَّجْعَةَ لاَ تَحْصُل بِفِعْلٍ مُجَرَّدٍ عَنْ نِيَّةِ الرَّجْعَةِ وَلَوْ بِأَقْوَى الأْفْعَال كَوَطْءٍ وَقُبْلَةٍ وَلَمْسٍ – الخرشي 4/81، والدسوقي 2/370Raj'ah is not valid by doing any act devoid of the intention, irrespective of how intimate these acts may be, such as sexual intercourse, kissing, or touching the body.Khurashi, Vol. 4, p. 81; Dosouqi Vol. 2, p. 370Hanbali MadhabAccording to the Hanbali madhab, sexual intercourse makes Raj'ah valid, whether he had the intention of returning her back or not and without witnesses. But Hanbali jurists disagree whether intercourse preliminaries make Raj'ah valid or not. Bahwati, Kashaf al-Kina Vol. 5, p. 343. Their argument is that Raj'ah is analogous to retraction after Ila vow of continence. That is Ila is retracted once the husband has sexual intercourse with her wife. But they differ whether sexual intercourse preliminaries make Raj'ah valid or not. According to the most famous narration reporting the view of Ahmed ibn Hanbal, looking to wife genitals, touching or kissing her lustily do not make Raj'ah valid because these acts do not stipulate witnessing a waiting period or paying a addition, acts, like touching the wife or looking to her genitals, may be done by someone else other than the husband such as physicians under certain circumstances. However, another narration reported from Imam Ahmed suggests that these acts make Raj'ah valid since these acts are included in MadhabShafi'is view that Raj'ah takes effect, rather only by uttering a related word. Raj'ah is not valid by doing acts whether the husband had sexual intercourse with her or he made anything leads to it. Imam Shafi'i statedوَالرَّدُّ يَكُونُ بِالْكَلاَمِ دُونَ الْفِعْل مِنْ جِمَاعٍ وَغَيْرِهِ – الأم 6/244Taking back the wife is only valid through words, not by acts such as sexual intercourse, etc. Shafi'i, Al-Um, Vol. 6, p. 244Shafi'is argue that these acts are devoid of words indicating Raj'ah. It is valid only by the husband's statement suggesting returning her back to the marriage tie. They held Raj'ah to be analogous to marriage and divorce, as marriage and divorce are not valid without the husband's indicating statement. Ibid, Vol. 6, p. 244; Nawawi, Rawdat al-Talbin, Vol. 8, p. 217 Marginal Issue Raj'ah without the husband's communicating it to his wifeMajority of scholars held that letting the wife know about Raj'ah retraction after divorce is recommended. However, if he did not let her know about the retraction, Raj'ah is valid. But scholars differed about the case of a person who divorced his wife through a talaq raj'i revocable divorce and takes her back, when he is absent. She then comes to know of the divorce, but not the Raj'ah, and upon the termination of her waiting period, she gets married. Whilst Shafi'i and the Kofis, Abu Hanifa and the others, said that the first husband has a superior right to her, irrespective of the second husband having consummated the marriage with her, Malik held that she belongs to the person who has now contracted marriage with her. Read this answer for a full discussion ConclusionTalaq Raj'ah is the talaq after which a man reserves to himself the right of returning his wife back to marriage. Raj'ah is valid by uttering the explicit or implicit words indicating the meaning of returning the wife back to marriage. Also, the husband may make Raj'ah by having some sexual acts with the wife. If the husband claimed that he had made Raj'ah, Raj'ah is valid if the Idah has not been completed yet. But if he claimed Raj'ah after the termination of Idah, Raj'ah is not valid unless he proved great part of this answer is based on Al-Musu'ah al-Fiqhyah al-Kuwitiyah. ReferencesAbu al-Qasim al-Tabrani, Al-Mu'jam al-Wasit Abu Al-Abbas al-Faywmi, Al-Misbah al-Munir Al-Musu'a al-Fiqhyah al-Kuwityah Al-Ayni, Al-Binayah ala al-Hidayah Al-Dardir, Al-Sharh al-Kabir Al-Khatib al-Shribini, Mughni al-Muhtaj Bahwati, Kashaf al-Qina Ibn Hazm, Al-Muhla Ibn Qudamah, Al-Mughni Ibn Rushd, Bidayat al-Mujtahid wa Nihayat al-Muqtasid Kasani, Bada'i al-Sana'i Sarakhsi, Al-Mabsut
rajah agar istri tunduk pada suami