Naskahini merupakan naskah drama yang dulu saya dan teman-teman saya gunakan saat ujian praktek Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Lutung Kasarung Narator: "Alkisah, ada sebuah kerajaan di Pulau Jawa. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang bernama Prabu Tapa Agung yang mempunyai dua orang putri yang bernama Purbararang dan Purbasari.
Naskahdrama adalah sebuah teks yang berisikan dialog dengan gambaran karakter-karakter tokoh di dalamnya, berfungsi sebagai naskah sastra (untuk dibaca) atau naskah untuk dipentaskan. Kata drama sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti tindakan. Terdapat unsur-unsur intrinsik dalam drama, yakni:
Naskahdrama bahasa sunda 6 orang singkat lucu. Ah manèh moal matak beungeut siga bujur sèèng gè hayang jadi artis. Naskah drama bahasa sunda 9 orang. Lutung anu biasana patinggurayang harita mah teu kadéngé sora-sorana acan. Naskah drama bahasa sunda 7 orang tentang persahabatan. Naskah drama bahasa sunda lutung kasarung.
LutungKasarung merupakan kisah pantun yang terkenal di kalangan masyarakat Sunda, Jawa Barat, Indonesia. Kisah ini mengisahkan perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan ke bumi dalam wujud seekor lutung, yaitu kera hitam berekor panjang. Ketika sampai di bumi, ia tersesat di tengah hutan.
DRAMA"Lutung Kasarung" Jumat, 08 Maret 2013 CONTOH NASKAH DRAMA LUTUNG KASARUNG Alkisah, di sebuah kerajaan di tanah Jawa tempo doeloe, hampirlah berlangsung upacara penyerahan Tahta. Raja Tapa Agung merasa cukup uzur untuk memimpin kerajaannya. EPISODE 1 1. Raja TA : "Aku merasa sudah cukup tua untuk mengurus kerajaan ini.
Besideher was the handsome prince,. Singkat cerita lutung kasarung menyuruh purbasari untuk mandi di sebuah telaga. NASKAH DRAMA LUTUNG KASARUNG LENGKAP But it wasn't an easy choice. Dialog bahasa inggris lutung kasarung. Penasaran dengan kisah "lutung kasarung" dalam. Naskah drama malin kundang 5 orang singkat; Contoh naskah drama lutung kasarung dalam bahasa inggris.
Naskahdrama "lutung kasarung" bahasa sunda, untuk 8 orang! Naskah drama bahasa sunda lucu bikin ngakak. Contoh Naskah Drama Bahasa Sunda 3 Orang Temukan Contoh . Drama komedi lucu dina hiji poe di ayakeun lomba kuis di lembur benteng jaya. Contoh naskah drama sunda. Jika anda menginginkan durasi yang lebih panjang, anda bisa menambahkan
SoalUts B Inggris Smp Kelas 5 Semester 1. 20210303 Soal dan jawaban Latihan untuk Penilaian Tengah Semester PAS maupun Ulangan Tengah Semester UAS mata pelajaran SMP kelas IX semester 2 atau genap. 16 時間前 Baiklah cukup sekian download soal uts bahasa inggris smp kelas 7 semester 1 ta 2017 2018 kali ini.. Pin On Dokumen Dan Aplikasi Xlsx Pendidikan from id.pinterest.com
Lutungkasarung merupakan cerita rakyat maupun legenda yang sangat terkenal yang menceritakan tentang seekor lutung yang aslinya merupakan pangeran yang tampan. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang bernama prabu tapa agung yang mempunyai dua orang putri yang bernama purbararang dan purbasari. Top free drama dialog lutung kasarung downloads.
2iNJA6. Uploaded byMaiza Maysara 0% found this document useful 0 votes428 views5 pagesCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes428 views5 pagesNaskah Drama Lutung KasarungUploaded byMaiza Maysara Full descriptionJump to Page You are on page 1of 5Search inside document You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
LUTUNG KASARUNG Alkisah pada zaman dahulu kala di Tatar Pasundan ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja yang bijaksana, beliau dikenal sebagai Prabu Tapak Agung. Prabu Tapak Agung mempunyai seorang istri yang dikaruniai dua orang putri yang kini sudah dewasa dan sangat cantik jelita. Akan tetapi, sifat kedua putrinya sangatlah berbeda. Kedua putri tersebut bernama Purbararang dan adiknya Purbasari. Hingga akhirnya pada suatu hari, sang permaisuri Prabu merasa cemas karena usia sang prabu sudah terlalu tua untuk memimpin kerajan di negeri ini. *intro* Adegan 1 Di kamar Istri Prabu “sambil memegang bahu Kanda, sepertinya usiamu sudah tua untuk memimpin kerajaan ini. Bagaimana jika kita serahkan saja kerajaan ini kepada salah satu putri kita?” Prabu Tapak Agung “sambil batuk Ukhukhuk.. Kamu benar Dinda, sebaiknya kita serahkan tahta ini kepada Purbasari putri sulung kita.” Istri Prabu “Tapi bagaimana dengan Purbararang? dengan wajah bingung.” Prabu Tapak Agung “Hem.. Kita sudah merawat mereka sejak kecil, jadi kita sudah tahu sifat-sifat mereka. Dan menurutku Purbasarilah yang pantas untuk meneruskan tahtaku.” Adegan 2 Prabu Tapak Agung keluar dari kamarnya untuk memberitahu kedua putrinya Prabu Tapak Agung “Dayang kemarilah! Panggillah kedua putriku kemari!” Dayang 1 “Baik Tuan.”Dayang bergegas memanggil Purbararang dan Purbasari Purbararang dan Purbasari pun menghadap kepada Ayahandanya. Bergegas Sang istri Prabu pun keluar dari kamarnya, dan mendengar percakapan suami dengan anak-anaknya Purbasari “Ada apa Ayahanda memanggil kami berdua kemari?” Prabu Tapak Agung “Begini putriku, usia Ayah sudah semakin tua untuk memimpin kerajaan ini. Ayah akan menyerahkan tahta ini kepada Purbasari.” Purbararang “APA..! Ayah akan menyerahkan tahta kerajaan ini kepada Purbasari, semantara aku adalah anak pertamamu. ” dengan wajah memerah Prabu Tapak Agung ”tetapi purbararang sifat mu tidak mendukung dalam memerintah Kerajaan” Purbararang ”tetapi yah!” Prabu Tapak Agung ”kau harus menurut purbararang” Purbararang ”Ayah tak adil!” Akhirnya purbararang pergi kemudian prabu tapak agung pun sesak nafas Prabu Tapak Agung sambil memegang dada sebelah kiri karena sesak nafas dan terjatuh Istri Prabu dan Purbasari menangis tersedu-sedu “Ayah.. Ayah…” Purbasari “Ayah.. Ayahanda jangan pergi, bangunlah jangan tinggalkan kami.” sambil nangis tersedu-sedu Prabu Tapak Agung “Purbasari,kau yang akan meneruskan tahta Kerajaan ini” sambil memegang tangannya Istri Prabu menangis dan merangkul tubuh sang suami “Kanda bangunlah, jangan tinggalkan Dinda.” Ayah Purbararang dan Purbasari pun meninggal dunia karena serang jatung. Adegan 3 Di hutan Akhirnya setelah kematian Prabu Tapak Agung,seminggu sebelum penobatan Purbasari menjadi seorang Ratu, Purbararang mempunyai niatan jahat untuk mencelakakan adiknya. Ia bersama tunangannya pergi untuk mencari seorang Nenek Sihir di tengah hutan dengan harapan dapat membantunya dalam menjalankan niat jahat Purbararang menggagalakan penobatan Purbasari sebagai seorang Ratu kerajaan. Purbararang “Kakang, ayo cepatan jalannya.” sambil menarik tangan Indrajaya Indrajaya “Sabar Dinda, ini sedang jalan.” dengan nada sedikit marah Sampailah mereka ditengah hutan dan mereka pun menemukan rumah Nenek Sihir. Purbararang “Kakang look it! Sepertinya kita telah menemukan rumah Nenek Sihir itu. Ayo cepat kita kesana.” sambil bergegas menuju rumah nenek sihir Indrajaya “Iya sudah, lest go Dinda.” sambil memegang pergelangan tangan Purbararang Tiba-tiba keluarlah Nenek Sihir itu, dengan membawa tongkat saktinya. Nenek Sihir tertawa “Hihihi.. Sedang apa kalian datang kemari?” Indrajaya ketakutan, bersembunyi dibelakang pundak Purbararang “Dinda, ayo kita pulang saja.” Nenek Sihir “Jangan takut anak muda, aku tahu maksud kedatangan kalian kemari. Kalian pasti ingin mencelakan seseorang.” Indrajaya “Wah.. Nenek ini hebat sekali ya. Belum dikasih tahu maksud dan tujuan kami kemari, tapi Nenek sudah tahu.” Nenek Sihir sambil memberikan ramuan yang telah yang dibuatnya Ini, berikan ramuan ini kepada Purbasari. Dia akan mengalami kulit yang melepuh. Purbararang tersenyum pahit “Terima kasih Nek, Ini ada kepingan emas untukmu.” Setelah mendapatkan ramuan itu Purbararang dan Indrajaya bergegas pulang menuju kerajaan. Adegan 4 Di dapur Haripun sudah mulai gelap, tiba waktunya untuk makan malam bagi keluarga kerajaan. Dayang pun menyiapkan makanan untuk santapan makan malam. Purbasari ”Dayang.. sudah siapkah makanannya?” dengan nada lembut Dayang “Enggih putri, sebentar lagi siap makanannya. Tungguhlah sebentar.” Purbararang “Sebentar Bunda, aku akan membantu dayang untuk menyiapkan makanan.” tersenyum sok manis Tanpa sepengetahuan Dayang, Purbararang memberikan ramuan yang diberikan Nenek Sihir. Dan Purbararang membawakan makanan menuju meja makan. Purbararang “Silahkan dinikmati adikku.” sembari menyajikan makanan didepan meja makan Purbasari Purbasari “ Terima kasih Kak.” tersenyum manis Mereka pun menikmati hidangan makan malam. Hingga keesokan harinya, di Kerajaan pun santar terdengar heboh bau amis yang menusuk hidung. Ternyata bau amis dan busuk tersebut berasal dari kamar Purbasari. Istri Prabu “Pengawal bau amis dan busuk apakah ini?” sambil menutupi hidungnya Dayang 2 “Bau ini berasal dari kamar Purbasari, Permaisuri.” Istri Prabu “Tidak mungkin! Bau ini berasal dari kamar Purbasari. Purbasari adalaha putri yang bersih dan wangi.” sambil mengoceh Dayang 2 “Iya sudah mari kita kesana untuk membuktikannya.” *Intro* Adegan 5 Di kamar Purbasari Semakin dekat menuju kamar Purbasari, semakin tercium aroma amis dan busuk dari Purbasari. Sampai-sampai keluarga kerajaan pun hampir tidak kuat untuk mencium aromanya. Dayang 2 masuk kamar Purbasari “Tuan Putri ? .” Purbasari dengan keadaan takut dan bingung, karena keadaan kulitnya yang membusuk “Haduh bagaimana ini? Purbararang “Wah ternyata bau itu berasal dari tubuh Purbasari, Bunda?” Usir saja dia dari kerajaan ini daripada menimbulkan resah masyarakat!” dengan nada marah Istri Prabu berfikir sejenak “Kau benar Purbararang. Patih, bawa dia pergi dari kerajaan ini sebelum rakyat mengetahui hal ini.” Purbasari “Tapi.. Bunda?” sembari memelas, melutut dikaki Bunda Purbararang “Pergi kau! Kau tak pantas berada disini.” sembari mendorong Purbasari dari kaki Bundanya. “Patih cepatlah bawa dia pergi dari sini, aku sudah tidak tahan menahan bau busuk ini.” Patih ”Baiklah Putri Purbararang, saya akan membawa Putri Purbasari pergi jauh dari kerajaan ini.” dengan wajah yang sedih Sang Patih pun membawa Putri Purbasari ke hutan yang jauh dari pemukiman rakyat. Adegan 6 Di hutan Sampailah Patih dan Purbasari di hutan. Sang Patih membuat rumah dari bambu untuk tempat tinggal Purbasari. Patih “Purbasari, tinggallah kau disini! Paman akan mengirim persedian makanan untumu. Jagalah dirimu disini baik-baik. Penderitaan ini akan segera berakhir. Bersabarlah! sembari menepuk pundak Purbasari pelan Purbasari “Iya Paman terima kasih atas semuanya. Pergilah! Aku tahu kau pasti tidak kuat mencium bau busuk badanku ini.” dengan wajah sedih Sang Patih pun pergi kembali ke istana. Di tengah hutan belantara Purbasari hidup dengan damai yang ditemani oleh berbagai macam hewan. Diantara hewan tersebut ada seekor kera berbulu hitam yang datang dan bertanya. Lutung Kasarung ”menyapa” Purbasari ”siapa kau? Dan kenapa kau kemari?” Lutung Kasarung ”ak siluman kera” Purbsari ”apa?pingsan seketika Saat setelah pubasari bangun ia melihat dirinya sudah dalam gubuk bersama kera tadi,merekapun sering pergi bersama. Lutung kasarung selalu menggembirakan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama teman-temannya. Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap aneh. Ia berjalan ke tempat yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum. Dan keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. Lutung Kasarung sambil menarik tangan Purbasari menuju telaga dengan bahasa isyaratnya Purbasari “Apa manfaatnya bagiku?” pikir Purbasari Lutung Kasarung cobalah dulu nanti kau akan tau meyakinkan Purbasari untuk mandi di telaga tersebut Purbasari “Baiklah akan kuturuti kemauanmu.” Akhirnya Purbasari menceburkan dirinya ke telaga. Tak lama setelah Ia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi bersih seperti semula dan ia menjadi cantik kembali. Purbasari sangat terkejut dan gembira ketika ia bercermin ditelaga tersebut. Purbasari kaget “Hah.. kulitku kembali seperti semula.” Lutung Kasurung bergembira Setelah beberapa bulan penobatan Purbararang sebagai ratu di kerajaan, Purbararang memutuskan untuk melihat adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan pengawalnya. Ketika sampai di hutan, ia akhirnya bertemu dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak percaya melihat adiknya kembali seperti semula. Purbararang “Apa? Kenapa kau bisa berubah seperti dulu lagi?” sambil wajah kebingungan Purbasari “Tidak perlu kau tahu, bagaimana aku bisa kembali seperti ini. Yang jelas dengan aku yang seperti ini, aku bisa kembali melanjutkan amanat yang telah Ayahanda berikan kepadaku untuk memimpin kerajaan.” *intro* Purbararang “Tidak! Tidak bisa, akulah sang ratu. Aku sudah dinobatkan sebagai ratu beberapa bulan yang lalu!” dengan nada tinggi Purbasari “Tentu saja bisa, ini adalah amanat Ayahanda sebelum Beliau meninggal dunia. Dan tidak ada yang bisa menentang amanat Ayahanda. Purbararang “Baiklah, bagaimana jika kita adu ketampanan tunangan kita?” Sambil menarik Iengan Indrajaya “Mana tunanganmu?” Purbasari kebingungan, kemudian tanpa sadar Ia menarik Lutung Kasarung “Ini, inilah tunanganku. tanpa ragu Purbararang dan Indrajaya tertawa terbahak-bahak melihat Purbasari membawa sang Lutung Purbararang “Jadi monyet itu tunanganmu?” Purbasari diam dan membisu Dengan seketika, saat Purbararang dan Indrajaya tertawa terbahak-bahak. Tiba-tiba mereka terkejut melihat sesosok Lutung yang berubah menjadi pangeran tampan. Lutung Kasarung “Akulah wujud asli dari seekor lutung. Dan aku akan segera menikahi Purbasari.” Purbararang “ Apa tidak mungkin!” dengan wajah heran Lutung Kasarung “Tidak akan ada yang tiadak mungkin di dunia ini. Kau tahu? Aku adalah seorang pangeran dari Kayangan yang dikutuk. Purbasari “Apa kau seorang pangeran?” dengan wajah kaget Lutung Kasarung “Ya aku adalah seorang pangeran. Dan kutukanku kini berakhir ketika seorang gadis mencintaiku dengan hati yang tulus. Dan gadis itu adalah kau Purbasari. sambil menunjuk Purbasari Purbararang “Apa? Lalu untuk apa aku memasukan racun kedalam makanan Purbasari, jika akhirnya dia menemukan kebahagiannya. Ini tak adil!” dengan nada marah Tanpa disengaja, Patih datang dan mendengar semua percakapan mereka. *intro* Patih “Jadi selama ini kaulah biyang keladi semua ini Purbararang. Pengawal tangkap dia dan hakimi dia dikerajaan!” nada marah Dayang 1 dan 3 “Baik Tuan.” menggandeng Purbararang dan Indrajaya Patih merangkul bahagia Sudah Paman duga semuanya akan berakhir. Bagaimana keadaanmu? Dan benarkah pria tampan ini adalah tunanganmu? sambil menunjuk Lutung Kasarung Purbasari “Aku baik-baik saja Paman. Ya benar Paman, dia adalah tunanganku.” Patih “Bagaimana jika sekarang kita pulang? Dan pertemukan tunanganmu kepada ibumu. Sungguh ibumu sangat merindukanmu.” Purbasari menghadap pangeran “Pangeran maukah kau ikut bersamaku ke kerajaan?” Lutung Kasarung “Sudahku putuskan saatku menemanimu di hutan, aku akan selalu bersamamu kemanapun kamu pergi.” Purbasari tersenyum Mereka pun pulang menuju kerajaan. Sesampainya di kerajaan Permaisuri sedang memberi hukuman kepada Purbararang dan Indrajaya. Istri Prabu “Tidak kusangka aku yang melahirkanmu dan membesarkanmu, tapi mengapa kau tega berlaku seperti itu kepada adikmu? Ibu tidak pernah mendidikmu seperti itu?” Purbararang dan Indrajaya “Maafkan kami, jangan hukum kami Bunda?” Purbasari “Sudah Bunda tidak usah dihukum aku telah memaafkan mereka semua.” Istri Prabu “Kamu memang Putriku yang baik, dan kamu memang pantas memimpin kerajaan ini dibandingkan Kakakmu. sambil memegang tangan Purbasari Tetapi hukum harus tetap dijalankan agar mereka jera.” Patih “Apa yang dikatakan ibumu memang benar. mereka telah banyak melakukan kesalahan, mereka pantas menerimanya!” Purbasari menunduk diam dan pasrah Patih “Pengawal sekarang bawa mereka menuju penjara!” Pengawal “Baik Patih.” Purbararang “Tidak…..” berteriak *intro* Adegan 7 Di aula kerajaan Keesokan harinya, pesta pernikahan dan penobatan Purbasari menjadi Ratu digelar dengan meriah. Lutung Kasarung “Purbasari, maukah kau menikah denganku menjalani hari-hari dengan bahagia bersamaku?” sambil memegang tangan Purbasari Purbasari “Tentu Pangeran, aku bersedia kau persunting.” tersenyum bahagia Lutung Kasarung mencium tangan Purbasari Patih “Dengan ini kalian resmi menjadi pasangan suami istri.” Istri Prabu merangkul Purbasari dan Lutung Kasarung ”Kalian sekarang sudah resmi menjadi sepasang Raja dan Ratu. Semoga kalian hidup bahagia.” Rakyat tepuk tangan Akhirnya Purbasari dan Lutung Kasarung hidup bahagia didalam kerajaan. Demikian drama cerita rakyat Lutung Kasarung yang dapat kami persembahkan. Terima kasih. semuanya menundukan badan Share
NASKAH DRAMA Lutung Kasarung Dahulu kala ada seorang raja yang adil dan bijaksana ia bernama Prabu Tapa Agung, ia pun memiliki 2 orang putri yang sangat cantik mereka adalah Purbasari sibungsu dan purbararang si hari sang prabu merasa risau karena sampai saat ini belum menemukan pewaris tahta yang tepat untuk menggantikannya. Prabu Duh gusti, umurku sudah lanjut usia. Tapi sampai detik ini belum ada anakku yang pantas untuk mewarisi dan meneruskan pekerjaan ini. Pada suatu malam, ketika prabu tapa agung tidur ia bermimpi. Sunan Ambu wahai raja yang baik, janganlah risau! Sudah saatnya Tinggalkanlah istana! Dan berikanlah tahta itu kepada Putri bungsu purbasari Laksanakanlah keinginanmu untuk jadi pertapa! Keesokan harinya.. hormat kami ayahanda! Prabu bangunlah wahai putri-putriku! Hari ini telah ayahanda tetapkan, bahwa yang akan mewarisi tahta kerajaan ini adalah Purbasari. Purbasari mohon ampun ayahanda, apakah sebaiknya yang menjadi ratu dan yang mewarisi tahta kerajaan ini adalah kakandaPurbararan? Karena ia lebih pantas di bandingkan ananda. Indrajaya Mohon ampun Prabu! Benar yang dikatakan Purbasari Prabu,bahwa Purbararanglah yang lebih pantas dibanding Purbasari. Prabu Tidak, Purbasarilah yang lebih pantas! Ayahanda percaya bahwa purbasari bias menjadi teladan bagi rakyatku di kerajaan ini. Apakah kau tidak merasa keberatan Purbararang bila Purbasari yang menjadi Ratu di istana ini? Purbararang Apa-apaan ini? Ayah, kenapa si kecil ini yang menerima tahta, bukan aku. Ayah tidak adil, seharusnya anak pertamalah yang berhak memakai mahkota itu!. Prabu Tidak begitu anakku Purbararang Kerajaan ini pasti akan mendapatkan kutukan, karena tidak menjalankan aturan sebagaimana mestinya. Purbasari Iya, ayahanda, seharusnya kakaklah yang menerima tahta ini, bukan aku. Kakaklah yang pantas Prabu Justru karena kemuliaan hatimu itu aku memilihmu anakku. Kau pasti akan menjadi pemimpin yang baik dan dicintai oleh rakyat nak Purbasari Terima kasih Ayah, ayah terlalu memuji, saya khawatir ayah akan kecewa jika nanti saya tidak sesuai dengan harapan ayah Purbararang Tunggu saja!! Pasti akan tiba saatnya, akan datang kutukan pada kerajaan ini!! Prabu Patih, beritakanlah pada seluruh pelosok negeri bahwa Purbasari kini telah Menjadi ratu di kerajaan ini! Patih baik, paduka prabu! Purbararang mengajak tunangannya Pangeran Indrajaya menemui dukun pellet number wahid Ni Ronde untuk menyingkirkan Purbasari. Purbararang Kangmas, aku sudah muak dengan Purbasari, aku akan buat perhitungan dengannya Indrajaya Bagaimana caranya? Kamu ini jangan seperti itu , dia kan adikmu sendiri. Purbararang Salah dia sendiri jadi penggantinya ayah Indrajaya terus? Purbararang makanya aku ajak kamu kesini Indrajaya Rumah siapa ini? Purbararang Ni Ronde Indrajaya Ooo, mau beli wedang ronde saja kok jauh-jauh kesini. Dekat kerajaan kan ada NI Ronde muncul dengan membawa tongkat sihirnya Ni Ronde Ada apa kalian kesini? Purbararang maafkan kami mbah, ini calon suami saya, tidak bermaksud menyepelekan Mbah Purbararang kami kesini mau anu mbah… Ni Ronde Aku sudah tahu Purbararang Wah, hebat sekali Mbah ini, aku belum bilang apa-apa sudah tau… Wah hebat sekali!!! Ni Ronde Ya jelas, kalian kesini pasti mau anu. Masalahnya, anunya itu apa? Purbararang begini Mbah…… saya ingin membuat tahta kerajaan yang jatuh ke tangan purbasari berpindah kekuasaan kepadaku ” tampak Purbararang cerita panjang lebar kepada Ni Ronde Ni Ronde Ooooo, gampaang.” Ni Rondemembuat ramuan Indrajaya apa itu Mbah? Ni Ronde katrok, barang kaya gini saja tidak tahu. Ini itu buat ramuan buat kalian berikan pada Purbasari. Purbararang apa bisa Mbah? Ni Ronde Kalian percayakan saja padaku Purbararang terserah Mbah saja, bagaimana enaknya Ketika penjaga istana sedang beristirahat, purbararang dan Indrajayapun memasuki kamar purbasari. Purbararang Ayo cepat taburkan boreh itu kanda! Indrajaya ia dinda, tunggu sebentar! Nah, sudah selesai. Selesai dari itu semua, merekapun keluar dari kamar purbasari. Kesokan harinya, purbasari terbangun dari tidurnya dan mengambil cermin yang ada di atas mejanya. Purbasari TIDAAAAAAK….Wajah Purbasari bentol-bentol tak karuan, terjadi kepanikan di keluarga kerajaan. Raja nampak mondar-mandir melihat kejadian aneh menimpa putrinya. Semua pejabat Kerajaan berkumpul Prabu Ada apa dengan wajahmu putriku? Padahal selama ini kamu tidak alergi denganapapun. Apa mungkin, kamu salah makan? Purbasari Tidak Ayahanda. Aku juga tidak tahu Purbararang Pasti ini kutukan. Iya, kutukan, karena Ayahanda tidak mengindahkan peringatan saya kemarin Prabu bagaimana Patih? Patih maaf baginda, saya juga tidak tahu. Gerangan apa yang membuat Tuan Putri seperti ini Purbararang kalau tidak segera ditindak lanjuti, ini bisa menimbulkan aib dalam kerajaan ini, dan bisa menyebabkan keruntuhan. Karena kerajaan ini dipimpin oleh seseorang yang buruk rupa. APA KATA RAKYAT?? Prabu Terus?” Purbararang Satu-satunya cara hanyalah, ayah harus mencabut keputusan kemarin dan menyerahkan tahta kerajaan ini kepadaku Prabu Bagaimana Patih? Patih Mungkin itu jalan yang terbaik Prabu bagaimana dengan Purbasari? Purbararang Ayahanda, ananda tidak ingin bila purbasari masih tinggal diistana ini Karena Dikhawatirkan penyakitnya akan menular kepada seluruhrakyat ini. Indrajaya Betul yang di katakana purbararang prabu, apakah prabu ingin semua Rakyat tertular dengan prnyakitnya yang aneh itu? Asingkan saja ia ke hutan! Prabu Purbasari putriku, ayahanda tidak bisa berbuat apa-apa, mungkin kau akan ayahanda asingkan sementara ke hutan. Karena ayahandapun tak kuasa bila melihatrakyat kita menderita. Seperti yang dikatakan Purbararang dan ayahanda putriku! Purbasari Tidak apa ayahanda! Ananda ikhlas bila harus meninggalkan istana dan Tinggal dihutan mohon doanya ayahanda! Prabu Patih, bawa putriku ke hutan! Patih baik paduka prabu. Sesampainya di hutan.. Patih Tuan putri, bersabarlah! Jadikan pembuangan ini sebagai kesempatan bertapa Memohon perlindungan dan kasih sayang para penghuni kahyangan. Purbasari ; baik lengser, akan selalu ku ingat petuahmu itu. Patih Jangan khawatir! aku akan sering kemari dan mengirim persediaan. Purbasari Terima kasih Patih! Patih meninggalkan Purbasari sendirian, awalnya dia merasa kesepian. Waktu berlalu dan berjalan. Dia semakin krasan di hutan itu. Dia memiliki banyak teman, tetapi bukan manusia, tetapi bangsa binatang. Di kerajaan, Purbararangmemerintah kerajaan dengan sangat angkuh. Raja Prabu semakin tua dan sakit-sakitan merasakan penderitaan Putri tercintanya, Purbasari. Di tempat lain, tepatnya di kayangan. Ada seorang Dewa muda yang tampan yang bernama Guru Minda telah melakukan kesalahan sehingga dikutuk turun ke bumi oleh Dewa senior. Tetapi tidak dalam wujud manusia, yaitu dalam wujud Lutung. Yang kemudian dipanggil si Utung. Si Utung berjalan kesana-kemari. Hingga pada suatu hari, dia melihat seorang Putri yang tidak begitu cantik sedang main air di sungai. Dia ngintip. Waktu Purbasari main, selendangnya dicuri Si Utung. Purbasari Aduh, siapa ya yang mau mengambilkan selendang itu. Si ikan, dia mana mungkin bisa. Toloong, toloong. Siapa yang mencuri selendangku? Ngaku aja lah. Lagian siapa manusia yang mau menghuni hutan ini kecuali aku. Sayembara-sayembara, siapa yang mengembalikan selendangku, kalau perempuan akan kujadikan saudara, kalau laki-laki, akan kujadikan suami Tiba-tiba, Si Utung mengembalikan selendang berlalu, hubungan antara Purbasari dan si Utung semakin akrab. Sementara itu, di kerajaan ke angkara murkaan semakin meraja lela. Purbararas semakin bertindak sewenang-wenang. Purbararang hai aki ! apa yang telah terjadi di hutan? Mengapa sangat menjadi buah bibir warga? Aki anu putri, hutan kini menjadi taman. Ada jamban salaka yang sangat Indah Dan belum lagi pimpinan seekor lutung yang sangat lutung itu Menyebabkan kami tidak berani memasuki taman itu. Purbararang apa kau yakin? Aki saya yakin putri, sudah banyak rakyat yang pergi ke jamban salaka tersebut, dan mereka bertemu dengan seekor lutung dan diserangnya. Sehingga mereka semua takut kesana putri ditempat lain dikerajaan Prabu Patih, aku semakin tak mengerti dengan semua yang telah dilakukan oleh Purbararang, kerajaan jadi kacau balau. Oh iya Patih, kamu sudah menjenguk Purbasari belum?” Patih Belum Baginda, sejak 2,5 tahun yang lalu”Prabu Tolong kamu jenguk dia, mungkin dia membutuhkan bantuan” Patih Kapan Baginda?”Prabu Tahun depan! Ya sekarang! Dan, bawa pulang” akhirnya Patih pun berangkat menjenguk Purbasari. Sementara itu ada kejadian tak terduga terjadi di hutan, saat putri mengurai rambutnya. Yang akan segera mandi. Lutung Kasihan sekali gadis itu, ia pasti sangat cantik jika kulitnya tidak bentol-bentol seperti itu. Dan sepertinya, ada yang tidak wajar pada penyakit gadis ini. Aku harus menolongnya” Purbasari kemudian menuju sungai untuk mandi, tiba-tiba terdengar suara dari langit Lutung Purbasari, sebelum kamu mengerjakan apapun, berdoalah. Sebelum kamu makan, berdoalah. Sebelum kamu bekerja, berdoalah. Sekarang kamu mau mandi, berdoalah. Semoga itu bisa menyembuhkan semua penyakitmu Purbasari mencoba mencari darimana asal suara itu, kemudian dia memulai mendi dengan membaca….Purbasari Bismillahirrohmaannirrokhim. Akhirnya keajaiban pun datang, semua bentol-bentol di kulit Purbasari pun amblas, lenyap tiada tersisa… Kecantikan pun terpancar Purbasari Alhamdulillah… terima kasih Tuhan… kemudian dia menemui Si Utung dan bercanda bersama sebagai wujud rasa syukurnya. Dari kejauhan nampak Patih datang. Patih pun terkejut melihat penampilan baru dari Purbasari. Patih Tuan Putri….?? Tuan Putri sudah sembuh sekarang. Tuan Putri cantik sekali hari ini Purbasari Iya Patih. By the way, ada urusan apa Patih datang kesini? Apakah keadaan ayah baikbaik saja? Apakah kedaan kerajaan juga baik-baik saja? Patih Saya datang kesini atas perintah dari Ayahanda Tuan Putri. Beliau sakit-sakitan, beliau sangat mencemaskan Tuan Putri, semenjak Tuan Putri diusir dari kerajaan, beliau sakit-sakitan. Keadaan kerajaan pun kacau balau Purbasari Terus? Patih Baginda berharap, Tuan Putri berkenan untuk kembali lagi ke istana Purbasari Apakah mereka akan menerimaku, terutama kakakku. Sebenarnya aku kerasan disini. Aku juga banyak teman disini. Tetapi, aku kangen banget dengan sate ayam kerajaan. Okelah, aku akan ikut pulang ke istana Si Utung pun tertunduk lesu mendengarkan kalimat itu. Dia merasa kecewa. Purbasari Kenaap Tung? Kamu kecewa denganku? Tenang, aku akan mengajakmu ke istana. Aku dulu pernah berjanji, siapapun yang mengembalikan selendangku, akan kujadikan pendamping hidupku. Akan kupenuhi janji itu. di Istana Semua penghuni kerajaan bersorak sorai melihat kepulangan Putri Purbasari dari hutan belantara. Putri Purbararang kwawatir posisinya akan terancam. Ia tahu bahwa sebagian besar pejabat istana dan juga warga tidak menyukainya. Mereka dengan senang hati pasti akan memintanya mundur untuk digantikan adiknya. Setelah berpikir sangat keras, akhirnya Purbararang Ayahanda aku minta untuk diadakan sayembara. Pemenangnya akan menerima tampuk kerajaan sedangkan yang kalah harus dihukum pancung. Prabu oke aku menyetujuinya. Ia yakin putri bungsunya dapat memenangkan pertandingan. Meskipun begitu, prabu Tapak Agung juga berdoa meminta Tuhan untuk melindungi putri Purbasari. Putri Purbasari termenung mendengar tantangan kakaknya. Ia tahu kakaknya pasti akan menghalalkan segala cara untuk menang . Lutung Jangan khawatir putri. Kan ada aku!Si Utung memberikan semangat. Tibalah hari perlombaan. Juri Perlombaan pertama adalah memasak. Peraturannya adalah barang siapa yang paling cepat menyajikan makakana dan paling lezat dialah pemenangnya. Dari awal sudah terlihat bahwa kekuatan mereka tidak seimbang. Putri Purbararang dibantu juru masak istana yang sangat ahlisementara putri Purbasari hanya ditemani si Utung. Diam-diam tanpa sepengetahuan siapapun si Utung meminta bantuan para bidadari untuk membantu ia dan putri Purbasari. Setelah tanda mulai dibunyikan semua mulai bekerja. Juru masak yang sudah terbiasa menghidangkan makanan-makanan lezat bekerja sangat cepat. Dalam setengah jam saja hidangan lengkap sudah hampir selesai. Yang mengejutkan adalah putri Purbasari. Meskipun hanya berdua, kecepatan kerja mereka tidak kalah dengan kubu kakaknya. Bahkan hidangan mereka telah siap dihidangkan sebelum setengah jam. Hanya Utung yang matanya bisa melihat puluhan bidadari ikut memotong, mengupas dan meniup api supaya pekerjaan putri Purbasari cepat rampung. Seorang bidadari menaburkan bumbu rahasia kahyangan yang akan melezatkan masakan hingga rasanya tiada tara. Juri saya putuskan putri Purbasari yang memenangkan babak pertama. Perbararang dengan murka saya pecat kamu, sana pergi! Juri perlombaan babak kedua yaitu lomba membuat syal terpanjang. Purbarangrang Hah, sejak kecil aku sudah terbiasa membuat syal. Awas Purbasari! Kali ini habislah kau! Hatinya gemuruh penuh percaya diri. Pertama juri mengukur syal putri Purbararang Juri Pas selutut! teriak juri Rakyat saling bergumam. Giliran putri Purbasari yang menunjukan syalnya. Semua menahan nafas ketika jurimengukur syal purbasari. Juri Semata kaki! Rakyat bersorai sementara putri Purbararang memerah mukanya. Karena tinggi putri Purbararang dan putri Purbasari sama maka juri menyatakan putri Purbasari kembali menang. Putri Purbararang melemparkan syalrnya dengan kesal. Seharusnya pemenangnya sudah pasti yaitu putri Purbasari. Tapi putri Purbararang berkeras untuk tetap melaksanakan perlombaan ketiga. Purbarangrang Seorang ratu haruslah memiliki pasangan yang bisa dibanggakan,melirik pangeran Indrajaya Apa kata Negara tetangga jika suami ratu buruk rupanya.” Putri Purbasari memerah. Ia tersinggung mendengar sahabatnya dihina. Si Utung menenangkannya. Lutung Sabar putri! Biarkan ia bahagia sejenak. Nanti kita lihat apakah setelah ini ia bisa tertawa Putri Purbasari berusaha tenang meskipun ia tetap khawatir. Karena lomba ketiga ini adalah menentukan pasangan siapakah yang paling gagah dan tampan. Sudah jelas putri Purbararang ada di atas angin. Pangeran Indrajaya memang sangat gagah dan tampan. Sedangkan putri Purbasari tidak memiliki pasangan. Selain si Utung tentunya, yang selalu setia menemaninya. Tapi haruskah ia mengakuinya sebagai pasangannya? Purbarangrang Hei Purbasari, kali ini kau kalah! Semua pasti setuju kalau pasanganku jauuuuh lebih tampan dibanding lutungmu itu hahaha…!”Putri Purbararang tertawa geli hingga keluar air mata. Tak seorang pun yang ikut tertawa bersamanya. Rakyat tertunduk sedih membayangkan kejadian buruk yang akan menimpa putri Purbasari. Utung Tunggu! Sebuah suara menghentikan tawa putri Purbararang. Semua mencari asal suara tersebut. Utung berdiri tegak di kedua kakinya. Bulu-bulunya yang hitam dan lebat berkibar ditiup angin. Kelihatannya lucu, tapi tidak ada yang tertawa. Rakyat semakin sedih melihat penampilan si Utung. Dengan tenang Utung menatap putri Purbasari yang juga menatapnya dengan penasaran. Lutung Putri aku sudah berjanji untuk selalu menolongmu. Tapi kali ini aku tidak bisa menolongmu kecuali.... Utung menggantung kalimatnya. purbasari Kecuali apa Tung?Utung Kecuali putri menerimaku sebagai pasangan sejatimu! Rakyat bergemuruh tidak setuju. Putri Purbararang semakin terkikik geli. Putri Purbasari dengan tenang tersenyum dan menganggukan kepalanya. Purbasari Tidak ada yang lebih pantas menjadi pasanganku selain kamu Tung. Di saat semua memalingkan muka karena jijik melihatku, kau satu-satunya yang mau menemaniku. BLARR! Petir menggelegar di siang bolong. Putri Purbasari terpekik histeris. Sontak semua memandang ngeri ke tempat Utung berdiri. Petir itu menyambar tepat ke badan Utung yang langsung dipenuhi asap. Putri Purbasari Utung…….Utung…….. dimana kamu? sambil menangis Keajaiban terjadi saat asap tebal perlahan-lahan menipis. Di tempat itu, berdirilah seorang pemuda yang ketampanan dan kegagahannya sulit dilukiskan kata-kata. Rakyat terpana. Putri Purbararang ternganga lebar. Putri Purbasari menatap bingung. Ia masih mencari-sisa-sisa tubuh si Utung. Mana mungkin lenyap begitu saja. Lutung Siapa yang kau cari putri?sambiltersenyum lebar. Purbasari U..Utung. Dimana dia?” putri terisak. Lutung Inilah aku...si Utung!menunjuk dirinya. Purbasari Aa..apa? Man..mana mungkinputri tergagap dan semakin bingung. Purbarangrang Hei pemuda tampan. Jangan main-main. Sebaiknya kau keluar dari lapangan ini. Aku akan segera menghukum pancung Purbasari karena dia telah kalah dalam perlombaan ini! teriak putri Purbararang. Pemuda itu tetap berdiri gagah di tengah lapangan, melindungi putri Purbasari dari jangkauan putri Purbararang. Lutung Baiklah aku perkenalkan diriku!Namaku Guru Minda. Saya adalah seorang dewa yang sedang dihukum dan diperintahkan untuk turun ke bumi. Kutukan itu akan luntur jika ada seorang gadis yang benar-benar tulus menerimaku sebagai pasangan sejatinya.Guru Minda berpaling kepada rakyat yang masih terpana memandangnya. Nah sekarang pilihlah siapakah yang lebih tampan dan gagah. Apakah pangeran Indrajaya atau aku? Serentak rakyat menyerukan namanya dan menunjuknya. Artinya putri Purbasari memenangkan ketiga lomba tersebut. Putri Purbararang kalah. Rakyat berseru-seru meminta putri Purbararang dihukum pancung. Putri Purbararang terduduk lemas. Ia menangis menyesali kesombongannya. Disadarinya saat ia benar-benar tersudut, tak ada seorang pun yang sudi menolongnya. Purbasari berlutut dihadapan perbararang dan memeluknya erat Aku tidak akan menghukum kakakku sendiri. Kakak boleh tetap menjadi ratu asalkan kakak berjanji akan memimpin rakyat dengan sebaik-baiknya. Putri Purbararang begitu tersentuh dengan kebaikan hati adiknya. purbarangrang Kau memang sangat baik hati. Setelah semua kejahatan yang aku lakukan, kau dengan mudah memaafkanku. Kaulah yang seharusnya menjadi ratu. Aku Sekarang sadar mahkota ini lebih pantas berada di kepalamu. Maafkan aku! Purbasari dari sejak dahulu, aku telah memaafkan kakanda. Indrajaya maafkan saya pula, purbasari ! Purbasari membalasnya dengan senyuman tulus Istana begitu gemerlap hari itu. Penobatan ratu baru berlangsung meriah namun khidmat. Hari itu juga dilangsungkan pernikahan putri Purbasari dan Guru Minda. Semua senang, semua bahagia. Dan kisah ini pun berakhir bahagia.
0% found this document useful 0 votes3K views7 pagesOriginal TitleNASKAH DRAMA LUTUNG KASARUNGCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsPDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes3K views7 pagesNaskah Drama Lutung KasarungOriginal TitleNASKAH DRAMA LUTUNG KASARUNGJump to Page You are on page 1of 7 You're Reading a Free Preview Pages 4 to 6 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
naskah drama lutung kasarung lengkap