Melaluikutipan hadis, Ichsan YL mengingatkan untuk saling bermaaf-maafan sebelum Hari Arafah, sebab di hari itu, sesuai Sabda Nabi Muhammad SAW, seluruh amal diangkat menuju Allah, kecuali amalan orang-orang bermusuhan. "Mari kita saling memaafkan. Salingmemaafi di dunia sebelum muflis di akhirat. DALAM duduk membelek buku-buku Hadis, terbaca semula Hadis yang menceritakan perihal orang muflis di akhirat. Jadi, saya ingin berkongsi sedikit nasihat yang boleh sama-sama dijadikan peringatan. Jika kita berasa gembira apabila Allah S.W.T mengampuni dosa kita, maka maafkanlah kesalahan orang Katagersang yang cocok untuk mengingatkan kebaikan bulan Ramadhan. 20. Sebelum Ramadhan tiba mengingatkan untuk saling ikhlas memaafkan. 21. Coba ingat-ingat apa janjimu. 22. Kemenangan adalah ketika bisa saling memaafkan. 23. Meminta maaf atas segala tindakan dan ucapan yang pernah salah. HADISTENTANG MAAF-MAAFAN DI HARI ARAFAH: HOAX. Hadist Sabar Dan Memaafkan - Nusagates. MUDAH MEMAAFKAN. Facebook![Hadits Inspirasi] Allah Memaafkan Ketidaksengajaan — Steemit] Saling Memaafkan Sebelum Ramadhan, Ini Hukumnya — SteemKR. Ayat Meminta Maaf Dalam Islam. Allahtidak akan mengampuni apabila ada 2 orang yang saling bersalah namun tidak saling memaafkan. Melalui puasa bulan Ramadhan, dosa kita kepada Allah diampuni. Sementara dengan Hari Raya Idul Fitri kita diberi kesempatan untuk menghapus dosa kita kepada sesama manusia. Ma'asyiral Muslimin wal Muslimat Jama'ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah salingmemaafkan sebelum ibadah puasa. Tentunya dengan tulus ikhlas, tidak hanya sekedar basa-basi, seremonial atau gengsi saja hadist diatas tidak ada hubungan dengan keharusan bermaafan sebelum puasa Ramadhan. Memaafkan merupakan ciri utama orang beriman yang sedang menuju taqwa. Meminta maaf adalah perilaku terbaik seseorang yang pernah Orang yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal saleh, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezalimannya. Duahadist di atas saling menguatkan, dan menunjukkan bahwa yang dimaksud dengan puasa Arafah adalah puasa 9 Dzulhijjah, bukan ketika orang wukuf di Arafah.. Soal: Sebagian orang ada yang berpuasa lebih dulu karena mengikuti penetapan puasa Negara lain, dan ada pula karena mengikuti penetapan sebuah Ormas keagamaan. Saling memaafkanlah kalian sebelum Hari Arafah karena Nabi Muhammad (Saw) bersabda: 'Di hari Arafah seluruh amal diangkat menuju Allah kecuali amalan orang-orang yg saling bermusuhan'" Mohon maaf lahir & batin atas semua kekhilafan & kesalahan. HADISTENTANG MAAF-MAAFAN DI HARI ARAFAH: HOAX. Tersebar siaran, mengatasnamakan Imam Muhammad al Baqir radhiallahu 'Anhu, beliau dianggap imam oleh Penganut Syiah, padahal beliau bukan Syiah, yang saling memaafkan di Hari Arafah. Lalu mengutip hadis Nabi yang membangun hal itu, dengan alasan amal manusia diangkat saat Hari Arafah. Halitu karena hari sabtu adalah hari yang diagungkan oleh kaum Yahudi. Menyendirikan hari itu saja merupakan bentuk tasyabuh (meniru mereka), kecuali hari jum'at atau sabtunya kebetulan bertepatan dengan kebiasaan puasanya, seperti bertepatan dengan hari Arafah dan Asyuro, dimana pada kedua hari itu dia biasa memuasainya. Pada yang demikian HoaksHadits tentang Maaf-Maafan pada Hari Arafah. Dalam Ad Durar As Sanniyah-nya Syaikh Alawi bin Abdul Qadir as Saqqaf disebutkan: حديث: ( (ترفع الأعمال يوم عرفة، إلا المتخاصمين))، أو ( (يوم عرفة تُرفع جميع الأعمال إلى الله ما عدَا المتخاصمين)). **الدرجة: ليس بحديث، ولا وجود له في كتب السُّنة**. Diawalidengan saling memaafkan, bersedia berkunjung dan bersilaturahim mempererat dan menyambung kembali orang-orang yang terputus dengan kita sebagaimana hadits shahih Imam Bukhari Muslim beliau bersabda: مَنْ أحبَّ انْ يُبسطاَ لهُ فيِ رِزقِهِ وَيُنْسَأَ لهُ فيِ أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه HR. Thabrani 20/486. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahîhul Jâmi', no. 5045 dari Ma'qal bin Yasar Radhiyallahu anhu] 2. Tidak boleh mengkhususkan pada hari raya dengan ucapan saling meminta maaf, karena seorang Muslim diperintahkan untuk meminta maaf dan saling memaafkan kapan saja dia melakukan kesalahan. Allahmenjawab,"Caranya dengan engkau memaafkan kesalahan saudaramu yang duduk di sebelahmu itu, yang telah engkau adukan kezalimannya kepada-Ku.". Orang itu berkata, "Ya Allah, baiklah aku maafkan segala kesalahannya.". Allah berkata, "Kalau begitu, peganglah tangan saudaramu itu dan ajaklah ia masuk surga bersamamu.". 3uYS6tW. Skip to content HomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah IslamHomeLandasan AgamaFikih dan MuamalahNasihat HatiNasihat UlamaSejarah Islam HADIS TENTANG MAAF-MAAFAN DI HARI ARAFAH HOAX HADIS TENTANG MAAF-MAAFAN DI HARI ARAFAH HOAX بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ HADIS TENTANG MAAF-MAAFAN DI HARI ARAFAH HOAX Tersebar broadcast, mengatasnamakan Imam Muhammad al Baqir radhiallahu Anhu, beliau dianggap imam oleh penganut Syiah, padahal beliau bukan Syiah, yang menganjurkan saling memaafkan di Hari Arafah. Lalu dikutip hadis Nabi ﷺ yang menganjurkan hal itu, dengan alasan amal manusia diangkat saat Hari Arafah. Itu adalah DUSTA, dan TIDAK ADA dalam kitab-kitab hadis Nabi ﷺ. Dalam Ad Durar As Sanniyah-nya Syaikh Alawi bin Abdul Qadir as Saqqaf disebutkan حديث ترفع الأعمال يوم عرفة، إلا المتخاصمين، أو يوم عرفة تُرفع جميع الأعمال إلى الله ما عدَا المتخاصمين. الدرجة ليس بحديث، ولا وجود له في كتب السُّنة Hadis “Amal manusia diangkat di Hari Arafah, kecuali orang yang sedang bermusuhan”, atau hadis “Hari Arafah adalah hari diangkatnya amal kepada Allah, kecuali orang-orang yang bermusuhan.” [Derajat Ini BUKAN HADIS, dan TIDAK ADA dalam kitab-kitab Sunnah] Kemudian dalam Asy Syabakah Al Islamiyyah no. 22798 فلا نعلم حديثا بهذا اللفظ ولا بمعناه. وننبه إلى أنه لا يجوز نشر هذا الكلام، حيث لم يثبت كونه حديثا نبويا لا صحيحا ولا ضعيفا Kami tidak ketahui hadis dengan lafal dan makna seperti itu. TIDAK BOLEH MENYEBARKAN ucapan ini, di saat tidak diketahui kesahihannya dan kedhaifannya. selesai Semata maaf-maafan, tentu kapan pun dan di mana pun, boleh-boleh saja. Tapi yang jadi masalah, ketika itu dikhususkan dengan Hari Arafah dan seolah satu paket dengan Hari Arafah, lalu menganggapnya sebagai Sunnah Nabi ﷺ, inilah letak kebohongannya. Penulis al-Ustadz Farid Nu’man Hasan hafizhahullah Ikuti kami selengkapnya di WhatsApp +61 450 134 878 silakan mendaftar terlebih dahulu Website Facebook Instagram NasihatSahabatCom Telegram Pinterest Related Posts *Assalamu alaikkum Imam Muhammad Al-Baqir as berkata "Saling memaafkanlah kalian sebelum Hari Arafah karena Nabi Muhammad Saw bersabda 'Di hari Arafah seluruh amal diangkat menuju Allah kecuali amalan orang-orang yg saling bermusuhan'" Mohon maaf lahir & batin atas semua kekhilafan & kesalahan. Taqqoballahu minna wamingkum... Taqqoballohu ya karim.. Oleh Aswar Hasan, Deklarator KPPSI Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam Sulawesi Selatan, KPI Pusat Periode 2019/2022, Dosen tetap Ilmu Komunikasi Fisip Unhas Makassar Momen lebaran Idul Fitri dimeriahkan dengan ucapan permintaan maaf dari lahir hingga batin. Ucapan semacam itu, bertebaran di media sosial, di iklan media mainstream ataupun di setiap momen perjumpaan secara fisik, terucap kata “Mohon Maaf Lahir Batin”. Ya, meminta maaf lahir batin, sudah merupakan Kebutuhan manusia yang tak luput dari salah dan khilaf. Kita pun baru merasa tenang dan kembali normal saling bersilaturrahmi, jika sudah saling dalam konteks akhlak Islamiyah, yang paling ditekankan adalah mengutamakan point diksi memaafkan bukan meminta maaf. Karena faktor kultur, sosiologis dan psikologis, masyarakat pun mendahulukan meminta maaf. Sementara itu, pengarusutamaan untuk lebih mengutamakan memaafkan pun, menjadi faktor terkemudiankan. Akhirnya, yang lebih memasyarakat adalah pilihan untuk memulai mengajukan/menyampaikan permintaan maaf. Padahal, menurut Pakar Tafsir Alquran Quraish Shihab, hampir tidak ditemukan dalam Alquran perintah untuk meminta maaf. Meminta maaf tidak perlu diperintahkan, karena meminta maaf hanya datang jika seseorang menyadari kesalahannya, sehingga dengan tulus memintanya 13/5-2019. “Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh." QS. Al-A’raf 199. Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang”. QS An-Nuur 22 “Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun al Mujadilah2. Dipertegas lagi dengan hadits, bahwa “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda “Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan HR Ath-Thabrani. Jadi, mendahului dengan inisiatif untuk memaafkan, adalah hal yang diutamakan, “Rasulullah SAW bersabda, "Iman yang paling utama adalah sabar dan pemaaf atau lapang dada," HR. Bukhari dan Ad Dailani. “Maafkanlah, niscaya kamu akan dimaafkan oleh Allah." HR. At Tabrani. Jadi, sesungguhnya yang ideal itu adalah memasyarakatkan untuk saling memaafkan bukan sekadar menyemarakkan untuk saling meminta maaf. “Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan”. HR Ath-Thabrani.Memaafkan itu adalah refleksi dari resultante puasa selama Ramadhan, yaitu taqwa. Dengan kata lain, memaafkan itu adalah manifestasi dari taqwa sebagai hasil penggodokan Iman selama ramadan QS. 2 183, 3 133,134.Karenanya, jika seseorang yang justru terlebih dahulu datang meminta maaf, maka secara akhlak Islami, wajib hukumnya untuk memaafkannya. Jika tidak juga mau memaafkan, maka jangan harap diberi kesempatan untuk mendatangi telaga Al Kausar “Barangsiapa yang didatangi saudaranya yang hendak meminta maaf, hendaklah memaafkannya, apakah ia berada di pihak yang benar ataukah yang salah, apabila tidak melakukan hal tersebut memaafkan, niscaya tidak akan mendatangi telagaku di akhirat HR Al-Hakim. Sungguh, memaafkan itu lebih utama daripada meminta maaf terlepas siapa yang salah. Termasuk bagi yang telah merasa terzalimi. “Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan HR Ath-Thabrani. Ilustrasi memaafkan sesama teman. Foto UnsplashSetiap manusia pasti melakukan kesalahan, entah disengaja atau pun tidak. Sebab, salah dan khilaf adalah fitrah yang sudah melekat pada diri manusi. Bahkan terkadang seseorang berbuat kesalahan terhadap orang lain tanpa itulah agama Islam mengajarkan umatnya untuk segera meminta maaf setelah melakukan kesalahan. Namun sering kali, memaafkan rasanya sangat berat terlebih jika perbuatan orang tersebut sangat menyakiti Allah SWT sudah menuliskan dalam surat An-Nur ayat 22 agar umat Muslim saling memaafkan dan selalu berlapang dadaوَلَا يَأْتَلِ اُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ اَنْ يُّؤْتُوْٓا اُولِى الْقُرْبٰى وَالْمَسٰكِيْنَ وَالْمُهٰجِرِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۖوَلْيَعْفُوْا وَلْيَصْفَحُوْاۗ اَلَا تُحِبُّوْنَ اَنْ يَّغْفِرَ اللّٰهُ لَكُمْ ۗوَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌArtinya “Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka tidak akan memberi bantuan kepada kerabatnya, orang-orang miskin dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” QS. An-Nur 22Ipop S. Purintyas dkk juga menuliskan dalam bukunya yang berjudul Hati yang Bersih, dalam sebuah Hadits Qudsi, Allah SWT pernah berfirman mengenai hadits tentang memaafkan “Nabi Musa bertanya kepada Allah, Ya Allah, siapakah di antara hamba-Mu yang paling mulia menurut pandangan-Mu?’. Kemudian Allah SWT menjawab, Ialah orang yang apabila berkuasa menguasai musuhnya dapat segera memaafkan’.” Hadits Qudsi Riwayat Kharaithi dari Abu HurairahHadits di atas menegaskan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang memaafkan dengan menjadikannya mulia dalam pandangan-Nya. Selain hadits di atas, tentunya masih ada lagi hadits tentang memaafkan yang dapat membuat hidup menjadi lebih tenang. Berikut minta maaf. Foto PixabayHadits tentang MemaafkanBerikut ini adalah sejumlah hadits tentang memaafkan yang telah dikutip dari beberapa sumber, di antaranya1. Memaafkan Orang Lain Mendapatkan Kemuliaan“Tidaklah seseorang memberikan maaf, kecuali Allah akan tambahkan kemuliaan baginya.” HR. AhmadHadits di atas mengingatkan pada kisah Umar bin Khattab. Dalam buku Koleksi Hadits dan Kisah Teladan Muslim karangan Ahmad Saifudin dicerikana Umar pernah bertemu dengan seseorang yang membuatnya marah dengan sikap lancangnya karena telah meminta uang yang banyak serta menganggap keputusannya tidak orang tersebut membuat Umar marah besar dan hampir memukulnya. Akan tetapi, Al-Hurr bin Qais segera mencegah seraya berkata, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah SWT berfirman Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang yang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh’.” QS. Al-A’raf 1992. Memaafkan Bentuk dari Sedekah & Mendatangkan SyafaatUstadz Haryadi Abdullah menuliskan dalam bukunya Solusi Sedekah Tanpa Uang bahwa sebetulnya memaafkan kesalahan orang lain termasuk ke dalam bentuk sedekah, Rasulullah SAW bersabda“Tidaklah sedekah itu akan mengurangi harta, dan tidaklah seseorang yang memaafkan kezaliman orang lain, kecuali Allah akan menambahkan baginya kemuliaan dan ia tidak akan dirugikan.” HR. AhmadMelalui hadits di atas, Rasulullah SAW menegaskan tentang keistimewaan memaafkan kesalahan orang lain, yakni Allah SWT akan menambah kemuliaan orang tersebut dan menjadi salah satu pahala khusus. Beliau juga menerangkan bahwa memaafkan akan mendatangkan syafaat di hari kiamat nanti. Berikut adalah haditsnya“Barangsiapa yang memaafkan kesalahan orang lain, maka Allah akan memaafkannya pada hari kiamat.” HR. AhmadIlustrasi Alquran. Foto Pixabay3. Memaafkan adalah Perbuatan yang Paling BenarMelansir dari laman NU Online, memaafkan seseorang setelah melalui pertengkaran, perselisihan, atau sakit hati karena perbuatan orang lain adalah jalan yang paling benar jika dibandingkan dengan membalasnya. Hal ini tertulis dalam hadits berikut iniالْعَفُوْ أَحَقُّ مَا عُمِلَ بِهِ رواه البيهقي عن علArtinya “Memaafkan adalah yang paling hak benar untuk dikerjakan.” HR. Baihaqi dari Ali, Kitab Al-Jami’us Shaghier, hadits nomor 5696

hadits saling memaafkan sebelum hari arafah